Social Icons

Pages

Selasa, 01 Mei 2018

Perkembangan Adobe Premiere


Nama  : Suryo Ari Sasmito



Kelas  : 2KA29

Fak/Jur : FIKTI/SISTEM-INFORMASI



Sejara Perkembangan Adobe Premier
            Adobe Premiere adalah salah satu apllikasi program Video Editing yang dikembangkan sendiri oleh Adobe. Program ini sering dipakai oleh rumah – rumah produksi, televise dan berbagai bidanng yang sekiranya perlu melakukakn editing video. Keuntungannya sendiri ialah mudah di pelajari dan dalam waktu singkat pun teman – teman sudah mengerti atau faham untuk menggunakan berbagai fitur yang ada di dalamnya.

Berikut perkembangan dari Adobe Premier sendiri
  • Adobe Premiere Versi 1 / Adobe Premiere 1.0

Dirilis pada tahun 1991 bulan Desember. Dengan platform OS masih Apple Mac, belum memasuki ke OS Windows. Berikut Fiturnya :
  1.  First release of Premiere
  2. QuickTime multimedia and VideoSpigot format support
  3.  PICT image support
  4. Supported up to 160 x 120 pixels movie creation
  5. Supported 8-bit audio
  6. Supported output to video tape
  • Adobe Premiere Versi 2 / Adobe premiere 2.0

Dirilis tahun 1992 bulan September. Masih belum menggunakan OS windows. Berikut Fiturnya :
  1. QuickTime video and audio capture support
  2. Tittle creation
  3. Tittle, Sequence and Construction windows
  4. Slow/fast motion support
  5. (5) audio and 41 movie/still-image filters
  6. 49 special effects
  7. 16-bit, 44 kHz audio support
  8.  Filmstrip file format introduced
  9. Numbered PICT sequence support
  10. EDL support
  11. Illustrator text import
  12. SMTPE timecode support

  •  Adobe Premiere Versi 3/ Adobe 3.0

Yang di release pada agustus tahun 1993. Dengan platform OS masih Apple Mac, Belum Windows, Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini: 
  1. 99 stereo audio track
  2.  97 video tracks
  3. Video waveform monitor
  4. Sub-pixel motion and field rendering
  5. Batch digitizing
  6. Full framerate preview from disk
  7. Enhanced title window

  •  Adobe Premiere Versi 1/ Adobe premiere 1.0

Yang di release pada September tahun 1993. Dengan platform OS Windows pertama, Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini: 
  1. First release of Premiere application for Windows platform
  2. 24-bit AVI and QuickTime video format support
  3. Autodesk Animator file support
  4. AVI, AIFF, and WAV audio format support
  5. Still image support (Photoshop, BMP, DIB, PCX, PICT, PCX, and TIFF formats)
  6. Two video tracks, three audio tracks, and one transition and superimpose track
  7. No EDL, titling, and motion and device control available in then current Mac (v3.0) release

  •  Adobe Premiere Versi 1.1 / Adobe premiere 1.1

Yang di release pada Februari tahun 1994. Dengan platform OS Windows , Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini:
  1. AdobeCap video capture module
  2. Expanded graphics and audio file support
  3. TARGA and ADPCM file support
  4. Image sequence import support

  •  Adobe Premiere Versi 4/ Adobe premiere 4.0

Yang di release pada Juli tahun 1994. Dengan platform OS Mac , Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini:
  1. Support for 97 superimposition tracks plus two A/B tracks
  2. Trim window
  3. Dynamic previewing
  4. Custom filter and transition creation
  5. Time variable filters
  6.  Batch capture
  7. Time-lapse capture
  8. NTSC 29.97 frame rate support

  •  Adobe Premiere Versi 4/ Adobe premiere 4.0

Yang di release pada Desember tahun 1994. Dengan platform OS Windows , Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini:
  1. Adobe moves Windows platform release of Premiere directly from v1.1 to v4.0
  2. Premiere 4.0 for Windows matches capabilities of Premiere 4.0 for Macintosh

  •  Adobe Premiere Versi 4.2/ Adobe premiere 4.2

Yang di release pada Oktober 1995. Dengan platform OS Mac , Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini:
  1. CD-ROM Movie Maker Plug-in
  2. Data rate analysis tool
  3. Power Macintosh-native Sound Manager 3.1

  •  Adobe Premiere Versi 4.2/ Adobe premiere 4.2

Yang di release pada April 1996. Dengan platform OS Windows , Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini: 
  1. 32-bit architecture
  2. Long File Names support
  3. Background compiling
  4. Batch movie maker
  5. 4K output support
  6. Right-mouse button support
  7. Uninstaller utility

  •  Adobe Premiere Versi 4.2/ Adobe premiere 4.2

Silicon Graphics yang di release pada Juli 1997. Dengan platform OS UNIX/SGI Pertama dan selanjutnya belum muncul lagi untuk UNIX , Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini: 
  1. SGI O2 platform exclusive release
  2. IRIX 6.3 integration
  3. OpenGL accelerated versions of transition and special effects plug-ins
  4. Platform-specific plug-ins by Silicon Graphics for combining 3D and video content

  •  Adobe Premiere Versi 5/ Adobe premiere 5  

Yang di release pada Mei 1998. Dengan platform OS Mac dan Windows,dan waktu inilah pengembangan Adobe Premiere di Fokuskan untuk kedua platform OS ini. Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini: 
  1. Source/Program editing
  2. Title window editor
  3. Keyframeable audio and video filters
  4. Collapsible tracks
  5. Up to three hour project length support

  •  Adobe Premiere Versi 5.1/ Adobe premiere 5.1

Yang di release pada Oktober 1998. Dengan platform OS Mac dan Windows. Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini: 
  1. QuickTime 3.0 support
  2. DPS Perception support
  3. Preview to RAM
  4. "Smart" Preview file Timeline export
  5. Multi-threaded, dual processor support

  •  Adobe Premiere Versi 6/ Adobe premiere 6.0

Yang di release pada Januari 2001. Dengan platform OS Mac dan Windows. Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini: 
  1. Support for web video and DV formats
  2. OHCI support
  3. Title editor
  4. Storyboard
  5. Audio mixer
  6. Timeline video track keyframes

  •  Adobe Premiere Versi 6.5/ Adobe premiere 6.5

Yang di release pada Agustus 2002. Dengan platform OS Mac dan Windows.

  •  Adobe Premiere Versi Pro 1.0/ Adobe premiere Pro 1.
Yang di release pada 21 Agustus 2003. Dengan platform Windows, Untuk Platform Mac di Hentikan dulu sementara, dan mulai waktu inilah perkembangan Adobe Premiere sebagai Software Editing meningkat tajam. Banyak orang biasa menyebutnya Adobe Premiere 7.0. Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini:
  1. Rewritten source code for the whole program
  2. Multiple nested timelines
  3. Color correction tools
  4. Sample-level audio editing
  5. Track-based audio effect
  6.  5.1 surround sound support
  7. VST audio filters and ASIO audio hardware support
  8. AAF export
  9. Customizable keyboard shortcuts
  10. Adobe Media Encoder

  •  Adobe Premiere Versi Pro 1.5/ Adobe premiere Pro 1.5

Yang di release pada 24 Mei 2004. Dengan platform Windows.  Ane juga demen untuk versi ini, karena ringan untuk ngedit. Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini:
  1. Project Manager
  2. Panasonic 24p support
  3. Effects favorites
  4. Project-ready Photoshop file creation
  5. Automatic loading of built-in After Effects plug-ins
  6. After Effects clipboard support
  7. One-click color correction
  8. AAF and EDL import and export
  9. New DeEsser and DeHummer audio filters
  10. New GPU effects
  11. Bézier keyframe controls

Selang beberapa waktu tepannya 1 maret 2005, Adobe Premiere 1.5.1 di release dengan penambahan fitur HDV Support. 

  • Adobe Premiere Versi Pro 2.0/ Adobe premiere Pro 2.0

Yang di release pada 17 Januari 2006. Dengan platform Windows.  Setelah itu versi Pro berakhir, karena pengembangannya mulai dikembangkan dengan Mac OSX juga. Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini:
  1. Docking Workspaces
  2. Multicam editing
  3. Adobe Clip Notes
  4. Dynamic Link with After Effects projects
  5. DVD authoring from the timeline
  6. Native HDV editing
  7. Native SD and HD support
  8. Enhanced color-correction tools
  9. 10-bit and 16-bit color resolution support
  10. 32-bit internal color processing
  11. GPU-accelerated rendering

  •  Adobe Premiere Versi CS3/ Adobe premiere CS3

Yang di release pada 2 Juli 2007. Dengan platform Windows dan Mac OSX. Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini:
  1. Output to DVD, Blu-ray Disc, and Flash
  2. High-quality slow motion with time remapping
  3. Direct-to-disc recording and professional on-set monitoring
  4. Publish Adobe Encore projects to the web
  5. Multiple project panels with smart file search
  6. Improved editing efficiency
  7. Output for mobile devices
  8. Help documentation available Online

Selang beberapa waktu, diluncurkannya Pengembangan Adobe Premiere CS3, yaitu Adobe Premiere CS 3.1.0 yang di release pada 18 Oktober 2007 dengan penambahan fitur"Native Panasonic P2 MXFimport, editing, and export"

  • Adobe Premiere CS 3.1.1 yang di release pada 14 April 2008 dengan penambahan fitur"Native Sony XDCAM MXFimport and editing".
  • Adobe Premiere Versi CS4.0/ Adobe premiere CS4.0

Yang di release pada 23 September 2008. Dengan platform Windows dan Mac OSX. Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini:
  1. Speech Search
  2. Batch encoding using Adobe Media Encoder
  3. Over 50 enhancements to editing efficiency (apply filters/transitions to multiple clips, sync lock, smart zoom)
  4. Media Browser panel to efficiently browse file-based recording media (e.g. Panasonic P2 and XDCAM)
  5. Project intelligence with new XMP metadata support
  6. Blending modes
  7. Sequence-level settings
  8. Dynamic Link to open Premiere Pro sequences directly in Adobe Encore
  9.  Enhanced Photoshop file import
  10. Mac support for OnLocation
  11. AVCHD support (not available in the trial version)

Selang beberapa waktu Adobe Premiere CS4 pun dikembangkan ke versi pengembangan. Antara lain:

  • Adobe Premiere CS4.0.1

Yang di release 20 November 2008 dengan penambahan fitur – fitur: 
  1. Final Cut Pro XML import
  2. OMF export
  3. Enhanced third-party support

  •  Adobe Premiere CS4.1.0

Yang di release 29 Mei 2009 dengan penambahan fitur:
  1. Additional support for REDCODE
  2. Performance improvements to project load time
  3. Improvements to AVCHD support
  4. Performance enhancements for DV/HDV playback
  5. Support for Avid-captured DV or IMX footage
  6. New 16 channel audio tracks for playout
  7. Export media to a still format now bypasses the AME render queue
  8. Enabled .VOB extension support

  •  Adobe Premiere CS4.2.0

Yang di release 10 November 2009 dengan penambahan fitur:
  1. Panasonic P2 AVC-Intrasupport (including new sequence presets)

  •  Adobe Premiere CS4.2.1

Yang di release 8 Desember 2009 dengan penambahan fitur:
  1. Fixed memory issue that occurred when importing large numbers of AVC-Intra files into Adobe Premiere Pro 

  •  Adobe Premiere Versi CS5.0/ Adobe premiere CS5.0

Yang di release pada30 April 2010. Dengan platform Windows dan Mac OSX. Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini:
  1. 64-bit native application (32-bit OS no longer supported)
  2. Mercury Playback Engine, which supports GPU-accelerated rendering using qualified nVidia CUDA graphics cards[42]
  3. Ultra keyer for chroma keying
  4. Final Cut Pro XML export
  5. DPX format import and export
  6. Metadata integration with Adobe Story and Adobe OnLocation
  7. Face detection and improved speech-to-text
  8. Direct export option, bypassing Adobe Media Encoder
  9. Fractional resolution options
  10. Audio capture metering

Selang beberapa waktu Adobe Premiere CS5 pun dikembangkan ke versi pengembangan. Antara lain:

  •  Adobe Premiere CS5.0.1

Yang di release 26 Mei 2010 dengan penambahan fitur:
  1. Mercury Playback Engine supports additional layers on the NVIDIA GeForce GTX 285 GPU card

  •  Adobe Premiere CS5.0.2

Yang di release 1 September 2010 dengan penambahan fitur :
  1. Windows-based Mercury Playback Engine support for new NVIDIA cards (GTX 470, Quadro 4000, Quadro 5000)
  2. Import and export of RED RMD files to and from REDCINE-X software
  3. XD-CAM HD export
  4. Source timecode in XDCAM 4:2:2 footage
  5. Support QuickTime files from JVC solid-state cameras
  6. RED Rocket cards support
  7. Broadcast Wave audio file format support
  8. Broadcast Wave in OMF export support
  9. 10-bit DisplayPort support for NVIDIA Quadro cards (Windows only)

  •  Adobe Premiere CS5.0.3

Yang di release 7 Desember 2010 dengan penambahan fitur:
  1. Mercury Playback Engine support for the NVIDIA Quadro 5000m card (Windows) and the NVIDIA Quadro 4000 card (Mac)

  •  Adobe Premiere CS5.5

Yang di release 3 Mei 2011 dengan penambahan fitur :
  1. Mercury Playback Engine support for more NVIDIA cards (Geforce GTX 570, 580, Quadro FX 3700M, FX 3800M, 2000, 2000D, 2000M, 3000M, 4000M, 5010M, 6000)
  2. MPE acceleration of more video effects
  3. Merge clips for dual system audio
  4. Closed captioning playout to firewire and third-party hardware
  5. Adobe Audition CS5.5 integration
  6. Improved speech-to-text using Adobe Story scripts
  7. Canon XF metadata support
  8. New Film Dissolve effect, Subtract and Divide blend modes"

  •  Adobe Premiere Versi CS6.0/ Adobe premiere CS6.0 

Yang di release pada 25 Mei 2012. Dengan platform Windows dan Mac OSX. Ini merupakan Versi terbaru sampai 2012 ini. Beberapa Fitur perkembangannya seperti ini:
  1. Redesigned Interface
  2. Adobe Prelude CS6 integration
  3. Adobe SpeedGrade CS6 integration
  4. Adobe Encore CS6 integration
  5. Updated Three-Way Color Corrector
  6. Adjustment layers feature
  7. New Preset Browser
  8. Rolling Shutter Repair effect
  9. Warp Stabilizer effect
  10. Larger thumbnails (with Resizing and Hover Scrubbing)


Sumber : http://ynstudios-internship.blogspot.co.id/2017/07/PAPDS.html?m=1


Senin, 30 April 2018

Application Service Library ( Pengertian, Cakupan, Framework )




Nama  : Suryo Ari Sasmito


Kelas  : 2KA29

Fak/Jur : FIKTI/SISTEM-INFORMASI




Application Service Library
Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah "perpustakaan" digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.

4 Cakupan
Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.
Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah: 
1. Use Support
2. Configuration Management
3. IT Operation Management
4. Continuity Management

Framework Application Service Library
  1. Pemeliharaan dari aplikasi. Proses yang menghasilkan ketersediaan optimum aplikasi saat ini sedang digunakan untuk mendukung proses bisnis dengan minimal sumber daya dan gangguan dalam operasi
  2. Tambahan / renovasi aplikasi proses yang beradaptasi aplikasi dengan keinginan baru dan persyaratan dalam menanggapi perubahan organisasi dan lingkungannya yang diperlukan penyesuaian dilakukan terhadap perangkat lunak. Model data dan dokumentasi.


Cluster proses di tingkat strategis adalah
  • Organisasi Manajemen Siklus (OCM) , proses yang bertujuan untuk mengembangkan visi masa depan organisasi jasa ICT dan menerjemahkan visi yang menjadi kebijakan untuk pembaruannya
  • Aplikasi Cycle Management (ACM), proses yang berfungsi untuk membentuk strategi jangka panjang untuk berbagai aplikasi yang sesuai dalam keseluruhan penyediaan informasi organisasi dalam kaitannya kebijakan jangka panjang organisasi

Sumber : http://salmanisahrnds.blogspot.co.id/2017/07/application-service-library-asl.html



Senin, 19 Maret 2018

Software Maturity Model



Nama  : Suryo Ari Sasmito

Kelas  : 2KA29

Fak/Jur : FIKTI/SISTEM-INFORMASI




SOFTWARE MAINTENANCE MATURITY MODEL

Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang . Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.

SOFTWARE MAINTENANCE

Perawatan perangkat lunak (software maintenance) adalah aktivitas yang dimulai sejak perangkat lunak mulai digunakan (after delivery) hingga akhirnya perangkat lunak tersebut tidak dapat digunakan lagi (retired). Tujuannya adalah untuk memperbaiki kesalahan (to correct), meningkatkan kinerja/ fungsionalitas (to improve), menyesuaikan dengan lingkungan (to adapt), atau untuk mencegah terjadinya kesalahan (to prevent).

ASPEK KEGIATAN MAINTENANCE

Beberapa aspek-aspek penting dalam perencanaan perawatan adalah:

1. Perencanaan

Perencanaan adalah kegiatan untuk menjalankan fungsi
Aspek-Aspek penting dalam perawatan perencanaan adalah :
  • Penyusunan secara struktural kegiatan perawatan yang akan dijalankan
  • Penyusunan sistem perawatan
  • Kegiatan pengontrolan dan pencatatan
  • Penerapan sistem perawatan dan pencatatan


Sedangkan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan perencanaan perawatan adalah ruang lingkup pekerjaan, prioritas pekerjaan, kebutuhan ketrampilan, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan peralatan dan kebutuhan material.


2.      Pemeriksaan

Kegiatan pemeriksaan yang telah tersusun dengan teratur akan menjaga performa mesin dalam keadaaan optimal dan dapat berfungsi sesuai standar. Kegiatan pemeriksaan terdiri dari:

  • Pemeriksaan operasional
  • Pemeriksaan pemberhentian
  • Pemeriksaan overhaul.



3.      Pemilihan komponen/ suku cadang 

Pemilihan komponen atau suku cadang merupakan kegiatan yang paling penting dalam menjalankan kegiatan overhaul. Dengan pemilihan suku cadang yang sesuai dengan spesifikasi mesin akan menjaga mesin tetap dapat bekerja dalam kondisi standar.


MAINTENANCE PLANNING ACTIVITY

Definisi dan faktor-faktor penunjang, kendala yang muncul, langkah-langkah penyusunan, dan kebijakan perencanaan perawatan, klasifikasi, persiapan, dan prinsip perencanaan perawatan, tahapan perencanaan pekerjaan perawatan, perencanaan tenaga kerja perawatan, diagram alir pekerjaan perawatan, dan standar perencanaan perawatan.

TEKNIK-TEKNIK MAINTANANCE

Teknik Maintenance
Secara garis besar teknik pemeliharaan dibagi menjadi 4 bagian penting antara lain:
1. Reactive Maintenance ( Breakdown Maintenance )
2. Proactive Maintenance ( Pemeliharaan Rutin )
3. Planned Maintenance ( Pemeliharaan Terencana )
  • Preventive Maintenance
  • Predictive Maintenance
4. Corrective Maintenance ( Pemeliharaan Perbaikan )
  • Up-Grading / Modifikasi
  • Desain Ulang


Sumber : http://informasi-disini.blogspot.co.id/2016/05/software-maintenance-maturity-model.html

Pengertian COBIT




Nama  : Suryo Ari Sasmito

Kelas  : 2KA29

Fak/Jur : FIKTI/SISTEM-INFORMASI

Dikeluarkan dan disusun oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA (Information Systems Audit and Control Association) pada tahun 1996. hingga saat artikel ini dimuat setidaknya sudah ada 5 versi COBIT yang sudah diterbitkan, versi pertama diterbitkan pada tahun 1996, versi kedua tahun 1998, versi 3.0 di tahun 2000, Cobit 4.0 pada tahun 2005, CObit 4.1 tahun 2007 dan yang terakhir ini adalah Cobit versi 5 yang di rilis baru-baru saja.
COBIT adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.
Cobit berorientasi proses, dimana secara praktis Cobit dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan IT. Cobit memberikan panduan kerangka kerja yang bisa mengendalikan semua kegiatan organisasi secara detail dan jelas sehingga dapat membantu memudahkan pengambilan keputusan di level top dalam organisasi.
COBIT digunakan secara umum oleh mereka yang memiliki tanggung jawab utama dalam alur proses organisasi, mereka yang organisasinya sangat bergantung pada kualitas, kehandalan dan penguasaan teknologi informasi.
4 Macam Cakupan Domain Dalam COBIT 
  • Perencanaan dan Organisasi (Plan and Organise)
Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.

  • Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implement)

Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.

  • Pengantaran dan Dukungan (Deliver and Support)

Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.

  • Pengawasan dan Evaluasi (Monitor and Evaluate)

Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.


sumber : https://adwinbhs.wordpress.com/2017/04/29/cobit-dan-4-cakupan-domain/

Sabtu, 27 Januari 2018

Analisa SWOT Loyverse POS ( PT Pos Indonesia )



Nama  : Suryo Ari Sasmito

Kelas  : 2KA29

Fak/Jur : FIKTI/SISTEM-INFORMASI


Strenght ( kekuatan )

PT. Pos Indonesia berkomitmen untuk memberikan solusi terhadap permasalahan fungsi logistik pelanggan, dengan kerangka kerja yang bersinergi dan bekerjasama untuk mencapai tujuan. Kepercayaan dan kejujuran, saling menghargai, professional adalah budaya yang diterapkan oleh PT. Pos Indonesia.

Strategi PT. Pos Indonesia terfokus pada penciptaan nilai tambah bagi pelanggan melalui penurunan harga, peningkatan layanan, implementasi yang lebih cepat dan fleksibel.
Management pada PT. Pos Indonesia adalah Management Unit Bisnis Total LogistikStrategic diarahkan pada sebuah institusi yang dedicated dan fokus dengan orientasi utama pada Total Solution kepada customer. Organisasi akan dikelola sebagai strategic business unit ( SBU) PT Pos Indonesia yang mengedepankan prinsip-prinsip pengelolaan bisnis secara professional.

Sumber daya yang dapat digunakan sepenuhnya sumber daya dan kekuatan ( comparative advantages) yang dimiliki oleh PT. Pos Indonesia ( Persero) dengan keunggulan pada pengelolaan yang focus dan dedicated. Sumber daya manusia yang dimiliki oleh Unit Bisnis Total Logistik adalah mereka yang sudah terpilih ( selected people) yang telah mendapatkan berbagai pelatihan dan benchmark di bidang Supply Chain Management, Integrated Logistics, Freight, dan Warehousing. Pengalaman selama bertahun-tahun mengelola bisnis pos dengan kompetensi pada saluran distribusi juga merupakan kekuatan yang diyakini mampu memberikan nilai tambah. Kapasitas produksi yang dimiliki selain gedung, tanah, dan kendaraan yang tersebar di seluruh Indonesia juga diperkuat dengan koneksi virtual dan kesisteman jaringan yang sangat kuat antar satu node dengan node lainnya yang hingga saat ini mungkin sulit disamai oleh pihak manapun juga.

Jaringan layanan PT. Pos Indonesia adalah jaringan layanan yang berbasis kepada pelanggan. Secara channel of distribution, maka jaringan meliputi seluruh pelosok Indonesia yang meliputi tidak kurang dari 4.828 unit titik layanan tetap ( gedung kantor) dan 39.434 titik simpul distribusi. Freight Forwarding akan dibangun dengan system konsolidasi dengan jumlah main hub sebanyak 4 buah yang terletak di Batam, Jakarta Tanjung Priuk , Jakarta Sukarno-Hatta, dan Denpasar. Titik konsolidasi terletak di kota-kota Medan, Batam, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogya, Solo, Surabaya, Makassar, dan Denpasar.
Memberikan layanan jasa ogistik secara paripurna dan customized yang senantiasa dapat diintegrasikan kepada klien meliputi:
  1. Integrated Logistics : Adalah sebuah konsep layanan Total Logistics yang memungkinkan penanganan sebuah produk mulai dari hulu hingga hilir ( from tree to toilet) yang berbasis pada konsep supply chain management ( scm) . Konsep pelayanan ini memadukan tiga bidang bisnis logistic yaitu warehousing, Freight Forwarding dan Transporting.
  2. Freight Forwarding : Adalah sebuah konsep pelayanan yang diberikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan ( consignee) mulai dari pengurusan dokumen hingga penanganan pengiriman barang mereka.
  3. Transporting : Adalah suatu bentuk jasa trucking yang dibutuhkan customer untuk memindahkan kiriman dari satu tempat ( pabrikasi) ke distribution center ( DC) atau langsung ke retailer ( Point To Point) .
  4. Warehousing : Adalah jasa layanan Distribution Center yang di dalamnya terdapat aktivitas Cross Docking, Inventory, Product Marking & Labeling, Selected Manufacturing Activities dengan dukungan IT System yang appropriate.

Kemitraan yang menjadi salah satu pilar key success factor akan di arahkan pada penciptaan nilai tambah bagi customer. Kemitraan dengan pihak eksternal akan dibangun dengan beberapa provider ( 3PL Logistics) yang bonafide dengan prinsip win-win solution. Sedangkan kemitraan internal akan dibangun dengan prinsip bundling services.

Weakness ( kelemahan )

Kurangnya iklan publikasi untuk informasi produk, karena kebanyakan masyarakat Indonesia masih belum paham dengan cara kerja atau pun mekanisme dari produk – produk yang ada dalam PT POS INDONESIA sehingga konsumen enggan dalam menggunakan produk yang telah ada.

Kebanyakan produk – produk inovasi baru PT POS INDONESIA masih digunakan oleh masyarakat menengah ke atas contohnya seperti mail online, terbatasnya jaringan online di masyarakat itulah yang jadi hambatan karena tidak semua orang memiliki jaringan internet.

Masyarakat Indonesia masih belum percaya dengan keamanan informasi di Indonesia karena banyaknya problem dan tragedy yang terjadi belakangan ini di dalam negeri. Oleh sebab itu  meyakinkan dan memberikan keamanan informasi produk – produk PT POS INDONESIA adalah tugas utama agar masyarakat kembali percaya dan tidak takut tentang hal hack system yang sedang marak belakangan ini.

Opportunity ( peluang )

Jasa antaran lebih cepat dan terpercaya di dalam negeri atau secara terbatas ke luar negeri melalui kerja sama dengan pemainpemain besar, seperti yang dilakukan U.S. Postal Service dengan DHL dan FedEx.

Threat ( ancaman )

Teknologi informasi memang bisa menjadi enabler bagi kemajuan perusahaan. Namun, di sisi lain, juga kerap membawa instabilitas terhadap bisnis satu perusahaan. Maraknya penggunaan Internet dan mobile phone yang mendorong komunikasi lisan melalui telepon atau tertulis (e-mail dan SMS) yang berdampak pada bisnis jasa pengiriman pos.

Di luar itu, masih ada masalah lain yang menurutnya mengganggu kinerja perusahaannya. Persepsi sebagai perusahaan negara, diakuinya, membuat SDM menjadi kurang berjiwa kompetitif. Kemapanan status sebagai pegawai BUMN dan pemain tunggal di bisnis jasa pengiriman surat dan logistik sangat kuat di benak karyawan. Citra demikian berdampak negatif terhadap etos kerja karyawan yang berjumlah hampir 26 ribu orang. Dalam mencari dan menangkap berbagai peluang bisnis yang bisa menjadi sumber pendapatan perusahaan, karyawan lebih banyak bersikap menunggu dibandingkan menjemput bola. Tak heran jika jiwa entrepreneurship di sini tidak berkembang dengan baik. Hal ini membuat PT. Pos Indonesia menjadi tidak aware dan kurang sigap dalam mengantisipasi perkembangan dan persaingan di bisnis sejenis.


Sumber  : https://diazvetiauda.wordpress.com/2010/03/15/analisis-swot-pada-pt-pos-indonesia/

 
 
Blogger Templates