Social Icons

Pages

Selasa, 19 Desember 2017

Internet Of Things (IOT)




 Nama             : Suryo Ari Sasmito ( 17116204 )

 Kelas              : 2KA29

 Fak/Jur           : FIKTI / Sistem Informasi



Apa itu IOT ? Pengertian IOT
Internet of Things atau yang sering kita sebut IOT adalah sebuah konsep yang memiliki tujuan memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus.

Melalui internet kita bisa melakukan berbagi data, remote control, dan berbagai hal.­

Sebenarnya konsep dari apa itu IOT sendiri sangat mudah dipahami oleh setiap orang. Karena sebelumnya saya belum paham sekali mengenai IOT, namun setelah membaca dari beberapa sumber akhirnya saya sendiri dapat memahaminya dengan baik.

Cara Kerja IOT
Saya akan memberikan gambaran mengenai IOT sendiri. Sebagai contoh, suatu saat kita pasti pernah lupa terhadap sesuatu yang sangat penting. Seperti lupa mengunci pintu rumah kita, sedangkan kita sedang berada di luar rumah kita.


Logika untuk manfaat apa itu IOT dalam mengunci pintu begini…

Kita mengirim pesan melalui smartphone->diterima perangkat IOT->perangkat IOT memberikan perintah untuk modul selonoid doorlock/servo->kunci bergerak->pintu terkunci.


Nah, dengan bantuan IOT ini kita bisa mengatasi masalah tersebut dengan sangat-sangat mudah. Kita hanya mengirimkan suatu perintah dari smartphone kita, agar pintu rumah tersebut dapat terkunci, sehingga masalah terselesaikan.

IOT sendiri tidak hanya diperuntukan untuk smartphone saja. HP jadul juga bisa digunakan untuk mengendalikan IOT yaitu via SMS. IOT juga tidak hanya menyelesaikan masalah yang saya ceritakan tadi.

Tapi dengan IOT kita juga bisa mengatasi banyak masalah lainya seperti menghitung banyak pengunjung yang berkunjung ke toko kita, menghitung banyak ikan yang sudah ditangkap oleh nelayan, membuat alarm rumah, membuat Smart Home (Rumah Pintar), dan masih banyak lagi.

Prinsip IOT
Nah IOT bekerja dengan menerjemahkan bahasa pemrograman yang sudah kita masukkan kedalam alat dari IOT tersebut. Alat tersebut juga bisa dikenal sebagai Mikrokontroller. Sudah paham kan apa itu IOT ?

Ada banyak jenis mikrokontroller di zaman sekarang. Seperti Arduino Uno R3, Raspberry Pi, Intel Galileo, dan lain sebagainya.

Masing-masing mikrokontroller pasti memiliki tingkat kecerdasan masing-masing. Tentunya harganya juga bervariasi, sebanding dengan tingkat kecerdasanya. Kalau Anda ingin tingkat kecerdasan yang cukup mumpuni, Anda bisa membeli Raspberry Pi yang dibanderol dengan harga yang cukup mahal.

Namun dengan harga tersebut, sangat setara dengan tingkat kecerdasan yang diperoleh. Namun jika anda masih pemula dan masih ingin coba-coba, saya sarankan untuk menggunakan mikrokontroller Arduino saja.

Karena disamping harganya yang berbanding terbalik dengan Raspberry Pi, dengan Arduino kita sudah bisa melakukan banyak hal seperti yang saya ceritakan diatas tadi.

Arduino sudah dapat kita beli di Indonesia. Saya juga membelinya lewat online sekitar 150-300 ribu. Namun harga tersebut belum termasuk modul-modul pendukungnya.

Tapi tenang, sekarang sudah banyak yang menjual satu paket mikrokontroller beserta modul-modulnya bagi pemula dengan harga yang tidak begitu mahal, dibawah Rp 350.000.

Karena saya menggunakan mikrokontroller Arduino, jadi yang kita bahas adalah sekitar Arduino saja. Arduino sendiri menggunakan bahasa pemrograman C.

Dimana bahasa pemrograman ini cukup mudah dipahami. Saya sendiri menggunakan Arduino Uno R3.

Sebenarnya ada banyak jenis dari Arduino sendiri seperti Nano, Pro, Intel Galieo, dan lainnya. Namun semuanya tidak berbeda jauh. Jadi, sudah ada gambaran ya tentang apa itu IOT ?

Bahasa pemrograman dari Arduino lebih mudah darpada bahasa pemrograman dari Raspberry Pi, karena Raspberry menggunakan bahasa phyton dimana bahasa phyton memerlukan tingkat ketelitian yang lebih tinggi.
Rekomendasi Perangkat IOT  
Itu yang menjadi alasan saya lebih memilih menggunakan Arduino.
Arduino juga memiliki banyak komunitas baik dunia maupun Indonesia. Jadi jika kita masih kebingungan dengan Arduino, kita bisa bertanya-tanya.

Untuk membuat sebuah IOT, kita tentu memerlukan perantara untuk menghubungkan kita dengan mikrokontroller kita. Disini kita menggunakan sebuah perantara yang bisa disebut dengan API atau Application Programming Interface.

API tersebut dapat memudahkan kita sebagai programmer dalam mengendalikan mikrokontroller IOT yang kita miliki. Salah satu keuntungan menggunakan API sendiri adalah kita dapat dengan mudah mengembangkan projek kita.

Sudah mengerti apa itu IOT ? Pasti sudah ada gambarannya ya…

Ada banyak API yang ada di jaman sekarang. Seperti Agnosthings, Evothings, Telegram, Blynk, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak API, yang paing mudah untuk para pemula adalah Telegram dan Agnosthings.

Manfaat IOT
Sebenarnya manfaat IOT itu sangat banyak. Pada dasarnya, IOT itu bertujuan untuk memudahkan kegiatan manusia. Jadi, manfaat IOT ya yang berhubungan dengan kegiatan manusia.


Saya akan menjelaskan sedikit tentang konsep kerja dari API tersebut. Dimana disetiap API pasti disertakan sebuah akses masuk. Akses masuk tersebut berupa Token Key.

Akses masuk tersebut hanya boleh diketahui oleh seorang programmer, karena jika orang lain mengetahuinya, maka perangkat IOT kita dapat dengan mudah diprogram ulang oleh orang lain yang bukan semestinya.

Nah, perangkat IOT tadi akan diprogram sedemikian rupa agar dapat mengakses API tersebut secara berkala. Sebagai contoh, ada projek mengenai pemantau suhu melalui API Telegram.

Nah pemantau suhu tadi, sudah diberikan akses masuk atau Token Key agar dapat bertukar informasi dengan Admin atau kita secara berkala.

Jadi pemantau suhu tersebut akan melakukan pembaruan informasi mengenai suhu yang ia deteksi. Kemudian informasi tersebut dikirim ke database dari API tersebut.

Lalu jika kita selaku admin ingin melihat update informasi terbarunya, kita akan memberikan perintah khusus guna menampilkan informasi yang kita inginkan.
Pentingnya Konektivitas Internet

Jadi intinya konektivitas sangat berpengaruh dalam hal ini. Jika koneksi agak buruk, maka informasi yang diberikan dari perangkat IOT ke kita juga kurang memuaskan.

Jadi seperti itulah sedikit gambaran mengenai konsep kerjannya. Sebenarnya untuk belajar mengenai IOT sendiri, tidak harus memiliki mikrokontroller terlebih dahulu.

Saat ini kita sudah dapat terbantu dengan yang namanya circuits.io. Circuits.io adalah sebuah website yang menyediakan simulasi dalam memrogram Arduino. Di dalamnya juga sudah terisi beberapa modul pendukung dari Arduino tersebut.

Jadi kita tidak perlu repot-repot membeli dulu. Kita dapat langsung belajar tanpa harus memiliki Arduino. Dalam memrogram Arduino sendiri, kita tidak perlu mahir sekali dalam pemrograman.

Orang yang masih asing terhadap bahasa pemrograman saja, tetap bisa memrogram Arduino. Intinya yang kita perlukan saat belajar suatu bahasa pemrograman adalah logika. Wah, tidak perlu bisa mahir bahasa pemrograman saja Anda sudah bisa membuat perangkat IOT.



Namun, akan lebih baik jika Anda mahir bahasa pemrograman. Saya punya beberapa cara efektif belajar bahasa pemrograman supaya cepat paham.

Karena perangkat yang dapat diprogram itu memiliki kecerdasan hampir seperti otak kita. Dia juga menggunakan logika dalam melakukan suatu perintah.

Dalam pembelajaran IOT ini, kita hanya menggunakan satu bahasa saja, yaitu bahasa C. Untuk anda yang belum paham sekali mengenai bahasa C, saya akan mengajarkan kalian dari awal sampai anda mahir dalam membuat IOT melalui ebook ini yang bisa didownload gratis (segera dirilis).
Pentingnya Bahasa Pemrograman dalam Membuat IOT

Walaupun, dalam IOT yang akan kita bahas selanjutnya, juga kadang disisipi beberapa bahasa pemrograman seperti Java dan PHP.

Namun, itu hanya pendukung saja. Intinya tetap di bahasa C. IOT sendiri juga dapat dikombinasikan dengan aplikasi android. Di mana aplikasi android tersebut dapat kita buat dengan sangat mudah.

Dalam pembelajaran IOT ini, kita mungkin hanya mengkombinasikan dengan perangkat android saja. Karena di jaman sekarang, hampir semua orang sudah memiliki smartphone android.

Banyak sekali orang yang memakai android dikarenakan android memiliki kelebihanyang cukup banyak jika dibandingkan dengan iPhone.

Dengan IOT kita juga bisa menghasilkan uang. Kita bisa menjual beberapa projek kita kepada orang lain. IOT dijaman sekarang mulai banyak peminatnya. Makanya tidak ada ruginya jika kita belajar mengenai IOT.

Selain itu, saya juga memiliki beberapa projek kecil mengenai IOT yang akan saya ajarkan sampai tuntas melalui ebook ini yang bisa didownolad dengan gratis. Namun perlu di ingat, kita hanya akan membahas satu perangkat IOT saja yaitu Arduino.



Jadi pembelajaran di atas hanya khusus Arduino saja. Disamping itu, saya juga akan memberikan informasi mengenai total biaya dan toko penjual yang murah dan diperlukan dalam masing-masing projek yang akan kita ciptakan.  


SUMBER : https://makinrajin.com/apa-itu-iot/


Konsep Cloud Computing



 Nama             : Suryo Ari Sasmito ( 17116204 )

 Kelas              : 2KA29

 Fak/Jur           : FIKTI / Sistem Informasi



Pengertian / Definisi Cloud Computing.


Secara umum, definisi cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.
Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.

Manfaat Cloud Computing Serta Penerapan Dalam Kehidupan Sehari – hari
Setelah penjabaran definisi singkat diatas tentu penggunaan teknologi dengan sistem cloud cukup memudahkan pengguna selain dalam hal efisiensi data, juga penghematan biaya. Berikut manfaat manfaat yang dapat dipetik lewat teknologi berbasis sistem cloud.

Semua data disimpan di server secara terpusat
Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.
  • Keamanan Data

Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.
  • Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi

Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.
  • Investasi Jangka Panjang

Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud.
Penerapan Cloud Computing telah dilakukan oleh beberapa perusahaan IT ternama dunia seperti Google lewat aplikasi Google Drive, IBM lewat Blue Cord Initiative, Microsoft melalui sistem operasi nya yang berbasis Cloud Computing, Windows Azure dsb. Di kancah nasional sendiri penerapan teknologi Cloud juga dapat dilihat melalui penggunaan Point of Sale/program kasir.

Salah satu perusahaan yang mengembangkan produknya berbasis dengan sistem Cloud adalah DealPOS. Metode kerja Point of Sale (POS) ini adalah dengan mendistribusikan data penjualan toko retail yang telah diinput oleh kasir ke pemilik toko retail melalui internet dimanapun pemilik toko berada.  Selain itu, perusahaan telekomunikasi ternama nasional, Telkom juga turut mengembangkan sistem komputasi berbasis Cloud ini melalui Telkom Cloud dengan program Telkom VPS dan Telkom Collaboration yang diarahkan untuk pelanggan UKM (Usaha Kecil-Menengah).

Cara Kerja Sistem Cloud Computing
Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah – perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya.
Contohnya lewat penggunaan email seperti Yahoo ataupun Gmail. Data di beberapa server diintegrasikan secara global tanpa harus mendownload software untuk menggunakannya. Pengguna hanya memerlukan koneksi internet dan semua data dikelola langsung oleh Yahoo dan juga Google. Software dan juga memori atas data pengguna tidak berada di komputer tetapi terintegrasi secara langsung melalui sistem Cloud menggunakan komputer yang terhubung ke internet.

Berikut adalah penjelasan singkat tentang Cloud Computing, sistem yang telah mendunia yang dapat membantu perusahaan atau organisasi dalam efisiensi penyimpanan data. Beberapa faktor seperti ketersediaan internet yang dibutuhkan sebagai jalur utama dalam distribusi data, kualitas vendor akan layanan sistem Cloud maupun masalah keamanan dan privasi seperti serangan peretas/hacker dalam meretas internet patut menjadi pertimbangan tersendiri sebelum anda beralih ke sistem Cloud. Selain vendor yang harus meningkatkan kualitas pelayanan mereka, pengguna juga diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih kualitas vendor yang akan mereka gunakan untuk mengelola data berbasis Cloud Computing.



Sumber : http://pusatteknologi.com/pengertian-manfaat-cara-kerja-dan-contoh-cloud-computing.html

Rabu, 15 November 2017

5 Teknologi Yang Menjadi Tren Di Tahun 2017




 Nama             : Suryo Ari Sasmito ( 17116204 )

 Kelas              : 2KA29

 Fak/Jur           : FIKTI / Sistem Informasi






5 Teknologi Yang Menjadi Tren Di Tahun 2017

Ada beberapa teknologi yang sedang update di tahun 2017 ini yang mungkin bisa saya ambil dan saya share dari salah satu referensi yang telah saya baca dan dapat. Berikut beberapa teknologi yang menjadi tren di tahun 2017

AI dan Advanced Machine Learning


Adalah cabang lanjutan Artifical Intelligent ( AI ), yang memiliki system lebih canggih dan mampu memahami, mempelajarin, memprediksi, serta berpotensi beroperasi secara mandiri. Machine ini diprediksi mampu mengubah perilaku masa depan, yang mengarah pada penciptaan perangkat dan program yang lebih cerdas.


VR dan AR


Yaps VR mungkin kalian pernah mendengar kata” ini, VR yang artinya ( Virtual Reality ) ataupun AR yaitu ( Augmented Reality ). Teknologi yang baru lahir di era 2017 ini yang dalam penggunaannya pun masih belum maksimal. Gartner memperkirakan bahwa kedua teknologi tersebut akan terus berkembang dan puncaknya pada tahun 2021 mendatang.


Digital Twin


Teknologi yang mengacu pada software yang lebih dinamis baik dari fisik maupun sistemnya. Teknologi ini digunakan untuk perencanaan jasa dan memperbaiki peralatan untuk operasi pabrik, dan meningkatkan ke-efesiensian. Teknologi yang menggunakan data yang disediakan oleh sensor untuk memahami keadaan, merespon perubahan, meningkatkan kinerja dalam beroperasi, dan menambah nilai.


Adaptive Security Architecture


Sebuah system keamanan baru dan keamanan di lingkungan IoT, dimana dalam perkembangan IoT dan teknologi cerdas lainnya, tentunya harus diimbangi dengan system keamanan. Tim keamananpun harus menciptakan solusi karena semua hal akan berhubungan satu sama lain.


Conversational System


Sebuah teknologi yang masuk kedalam kategori Chatbot, Dimasa depan Chatbot akan semakin banyak diadopsi. Chatbot sendiri adalah sebuah program komputer yang dirancang untuk mensimulasi sebuah percakapan atau komunikasi yang interaktif kepada penggunanya (manusia) melalui bentuk teks, suara, dan visual



Sumber refrensi : https://jalantikus.com/gadgets/teknologi-yang-menjadi-tren-2017/

Sistem Developmen Life Cycle



Disusun oleh :


 Nama             : Suryo Ari Sasmito ( 17116204 )

 Kelas              : 2KA29

 Fak/Jur           : FIKTI / Sistem Informasi



Sistem Development Life Cycle ( SDLC )

Sistem Development Life Cycle ( SDLC ) adalah keseluruhan proses dalam membangun system melalui beberapa langkah, ada beberapa model SDLC. Model yang cukup popular dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid , prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize

SDLC adalah tahapan – tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis system dan programmer dalam membangun informasi. Langkah yang digunakan meliputi :
  1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembanggan system informasi
  2. Mempelajari dan menganalisis system informasi yang sedang berjalan
  3.  Menentukan permintaan pemakai system informasi
  4.  Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
  5. Menentukan perangkat keras dan perangkan lunak / hardware dan software
  6.  Merancang system informasi baru
  7.  Membangun system informasi baru
  8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan system informasi baru
  9.  Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan system informasi baru bila diperlukan


Dengan tahapan serta siklus diatas , dibagi lagi proses untuk membagun system yang besar, biasanya masing – masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda. Langkahnya sebagai berikut :
  1. Analisis system, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
  2.  Spesifikasi kebutuhan system, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan system dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek system
  3. Perancangan system, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan pengembang system informasi
  4. Pengembangan Sistem, yaitu tahap pengembangan system informasi dengan menulis program yang diperlukan
  5. Pengujian system, yaitu melakukan pengujian terhadap system yang telah dibuat
  6.  Implementasi dan pemeliharaan system, yaitu menerapkan dan memelihara system yang telah dibuat.


Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya.


Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem


Sumber : https://yuliagroups.wordpress.com/system-development-life-cycle-sdlc/

Sejarah Perkembangan Sistem Informasi & Technology Informasi




Disusun oleh :


 Nama             : Suryo Ari Sasmito ( 17116204 )

 Kelas              : 2KA29

 Fak/Jur           : FIKTI / Sistem Informasi


Sejarah Perkembangan Sistem dan Teknologi Informasi

            Sampai saat ini banyak kalangan masyarakat belum mengetahui definisi dan perbedaan tentang Sistem Informasi dengan Teknologi Informasi. Sistem Informasi sendiri menurut Gordon B.Davis merupakan suatu system yang menerima input data dan instruksi, mengolah data sesua dengan instruksi dan mengeluarkan hasilnya.
           
            Sedangkan menurut Kenneth C.Loudon, teknologi informasi adalah salah satu alat yang digunakan oleh para manajer untuk mengatasi perubahan ( perubahan informasi yang telah diolah dan dibuat sebelumnya dalam penyimpanan komputer ) yang terjdi. Jadi bisa disimpulkan memanfaatkan teknologi apapun itu yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan da menyebarkan informasi

  • Masa Pra-Sejarah (…s/d 3000 SM)

Pada masa ini teknologi informasi masih menjadi sesuatu yang sangat asing, namun di zaman ini manusia sudah mulai menemukan teknologi – teknologi sederhana yang bisa berguna bagi kehidupan mereka.

  • Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400-an M)

Pada zaman ini manusia sudah mulai berkembang sedikit demi sedikit dalam penemuan teknologinya, dan sudah terlihat pada zaman itu manusia lebih pintar daripada sebelumnya, teknologi yang ditemukan pun sudah semakin memudahkan hidup mereka dan pada zaman itu untuk saling bertukar informasi jadi semakin mudah daripada zaman sebelumnya

  • Masa Tahun 3000SM – 500 SM

Pada masa ini manusia sudah mengenal symbol atau tulisan yang terdapat di dinding goa, dan tulisan tersebuh memudahkan manusia dalam berkomunikasi atau menjalani hidupnya. Dijaman tersebut juga manusia sudah menemukan media untuk menyimpan informasi yang lebih baik dari sebelumnya yaitu menggunakan serat pohon

  • Masa Tahun 1900-an


Pada masa ini sudah banyak teknologi informasi yang ditemukan seperti tabung tv yang ditemukan pada tahun 1923, komputer digital pertama di dunia pada tahun 1946, mengembangkan transistor pada tahun 1948, system jaringan pada tahun 1969, Program E-mail pada tahun 1972, dan diperkenalkan WWW pada tahun 1992


Komputer Generasi Pertama (1946-1959)


Komputer generasi pertama adalah Electronic Numerical Integrator and Calculator (ENIAC) yang merupakan komputer digital elektronik yang digunakan untuk kebutuhan umum. Program ENIAC dirancang pada tahun 1942, dan mulai dibuat pada tahun 1943 oleh Dr. John W. Mauchly dan John Presper Eckert di Moore School of Electrical Engineering (University of Pennsylvania) dan baru selesai pada tahun 1946. ENIAC berukuran sangat besar, untuk penempatannya membutuhkan ruang 500m2. ENIAC menggunakan 18.000 tabung hampa udara, 75.000 relay dan saklar, 10.000 kapasitor, dan 70.000 resistor. Ketika dioperasikan, ENIAC membutuhkan daya listrik sebesar 140 kilowatt dengan berat lebih dari 30 ton, dan menempati ruangan 167 m2. Yang pertama kali dikembangkan adalah komputer untuk desain pesawat dan peluru kendali. Ilmuwan yang menggagas konsep pengembangan tersebut adalah Konrad Zuse, seorang Insinyur asal Jerman.
Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Comnputer (EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuah memori untuk menampung baik program atau pun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur Von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (Central processor unit/ CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Ciri utama dari komputer generasi pertama adalah CPU.

Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang di buat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur Von Neumann. UNIVAC dimiliki oleh Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric.
Komputer Generasi I memiliki ciri khas, yakni instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk satu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner masing – masing yang berbeda yang disebut “Bahasa Mesin”(Machine Language).
Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.
Karakteristik komputer Generasi I :
  1. Sirkuitnya Menggunakan Tabung Hampa.
  2.  Komputer mempunyai silinder magnetik untuk menyimpan data.
  3. Programnya hanya bisa dibuat menggunakan bahasa mesin.
  4. Instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk tugas tertentu.
  5. Menggunakan Konsep Stored Program dengan memori utamanya adalah Magnetic Core Storage.
  6. Menggunakan Simpanan Luar Magnetic Tape dan Magnetic Disk.
  7. Ukuran fisik komputer besar, memerlukan ruang yang luas.
  8. Suhunya cepat panas, sehingga diperlukan pendingin.
  9. Prosesnya kurang cepat.
  10. Daya simpannya kecil.
  11. Membutuhkan daya listrik yang besar.


Komputer Generasi Kedua (1959 – 1964)

Karena generasi 1 berukuran sangat besar maka para ilmuwan mulai mengembangkan teknologi resistor. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi resistor ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya.

Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan. Program yang tersimpan di dalam komputer dan , bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer.
Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji.

Jenis-jenis komputer lain yang muncul pada generasi ini diantaranya UNIVAC III, UNIVAC SS80, SS90, dan 1107, IBM 7070, 7080, 1400, dan 1600.
Karakteristik Komputer Grenerasi II:

  1. Memiliki transistor dibanding dengan tabung.
  2. Memiliki sistem penyimpanannya sendiri. Yaitu, Kapasitas memori utama dikembangkan dari Magnetic Core Storage dan menggunakan simpanan luar berupa Magnetic Tape dan Magnetic Disk.
  3. Tidak lagi menggunakan bahasa assembly
  4. Transistor yang banyak menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer yaitu quartz rock (batu kuarsa).

Komputer Generasi Ketiga (1964 – 1970)

Karena Komputer Generasi II menggunakan transistor yang membuat komputer menjadai cepat panas, maka pada generasi ketiga ini para pengembang mulai meninggalkan resistor. Komputer generasi ketiga muncul sejak era 1964-1970an.
Jack Billy pada 1958, menciptakan komponen yang lebih canggih dibandingkan transistor yang membuat komputer cepat panas tadi. Yakni IC atau Integrated Circuitchip kecil yang mampu menampung banyak komponen menjadi satu.

Karakteristik komputer generasi ketiga adalah:
  1. Karena menggunakan IC maka kinerja komputer menjadi lebih cepat dan tepat. Kecepatannya hampir 10.000 kali lebih cepat dari komputer generasi pertama.
  2. Peningkatan dari sisi software.
  3. Kapasitas memori lebih besar, dan dapat menyimpan ratusan ribu karakter (sebelumnya hanya puluhan ribu).
  4. Menggunakan media penyimpanan luar disket magnetik (external disk) yang sifat pengaksesan datanya secara acak (random access) dengan kapasitas besar (jutaan karakter).
  5. Penggunaan listrik lebih hemat.
  6. Kemampuan melakukan multiprocessing dan multitasking.
  7. Telah menggunakan terminal visual display dan dapat mengeluarkan suara
  8. Harganya semakin murah.
  9. Kemampuan melakukan komunikasi dengan komputer lain.

Produk Komputer Generasi III adalah IBM S/360, UNIVAC 1108, UNIVAC 9000, Burroughts 5700, 6700, 7700, NCR Century, GE 600, CDC 3000, 6000, dan 7000, PDP-8, dan PDP-11 (pabrik pembuatnya adalah Digital Equipment Corporation)


Komputer Generasi Keempat (1979 – 2000an)

Pada generasi ini, komputer yang menggunakan chip IC kemudian dikembangkan lagi. Perusahaan Very Large Scale Integration mencoba melakukan pengembangan tersebut pada 1980-an. Walhasil, satu chip tunggal dapat menampung ribuan komponen.
Sejak tahun 1970 ada dua perkembangan yang dianggap sebagai komputer generasi IV. Pertama, penggunaan Large Scale Integration (LSI) yang disebut juga dengan nama Bipolar Large Large Scale Integration. LSI merupakan pemadatan beribu-ribu IC yang dijadikan satu dalam sebuah keping IC yang disebut chip. Istilah chip digunakan untuk menunjukkan suatu lempengan persegi empat yang memuat rangkaian terpadu IC. LSI kemudian dikembangkan menjadi Very Large Scale Integration (VLSI) yang dapat menampung puluhan ribu hingga ratusan ribu IC.
Selanjutnya dikembangkannya komputer mikro yang menggunakan mikroprosesor dan semikonduktor yang berbentuk chip untuk memori komputer internal sementara generasi sebelumnya menggunakan magnetic core storage. Perusahaan Intel pada tahun 1971 memperkenalkan mikrokomputer 4 bit yang menggunakan chip prosesor dengan nama 4004 yang berisi 230 transistor dan berjalan pada 108 KHz (Kilo-Hertz) dan dapat mengeksekusi 60.000 operasi per detik.
Dilanjutkan pada tahun 1972, Intel memperkenalkan mikrokomputer 8008 yang memproses 8 bit informasi pada satu waktu. Selanjutnya mikroprosesor 8080 dibuat pada tahun 1974, dan merupakan prosesor untuk tujuan umum pertama.
Sebelumnya prosesor 4004 dan 8008 dirancang untuk kebutuhan aplikasi tertentu, dan prosesor 8080 memiliki kemampuan lebih cepat dan memilki set instruksi yang lebih kaya, serta memiliki kemampuan pengalamatan yang lebih besar.
Karakteristik Komputer Generasi IV:
  1. Tampilan monitor masih satu warna (green color).
  2. Adanya mikrocomputer.
  3. Tidak satupun yang PC-Compatible atau Macintosh-Compatible.
  4. Muncul istilah PC (personal Computer).
  5. komputer sudah memiliki Large Scale Integration (LSI)

.Produk Komputer Generasi IV adalah IBM 370, Apple I dan Apple II, PDP-11, VisiCalc, dan Altair yang menggunakan prosesor Intel 8080, dengan sistem operasi CP/M (Control Program for Microprocessor), dengan bahasa pemrograman Microsoft Basic (Beginners Allpurpose Symbolic Instruction Code).


Sumber :
https://fitrahadiarief.wordpress.com/2016/10/04/sejarah-perkembangan-sistem-informasi-teknologi-informasi/

https://syifamss.wordpress.com/2016/10/04/sejarah-perkembangan-sistem-dan-teknologi-informasi/





 
 
Blogger Templates